BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Wednesday, March 15, 2006

Melihat Allah

Kata "melihat" dalam Matius 5:8 teks asli Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani adalah opsontai. Kata ini memiliki hubungan dengan kata horao. "Melihat" di sini lebih ditekankan "melihat dengan fikiran atau pengertian (mind)". Bukan "melihat dengan mata fisik atau mata jasmani". Ini bererti seorang yang suci hatinya adalah seorang yang mampu mengerti kehendak Tuhan. Mengerti kehendak Tuhan di sini tidak sama dengan ilmu tentang Tuhan yang dipelajari di sekolah-sekolah . Mengerti kehendak Tuhan menunjuk kepada kepekaan seseorang menangkap apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupnya peribadi dan rencana-rencanaNya bagi dunia sekitar. Jadi kata melihat di sini lebih bererti sebagai "melihat dengan hati". Orang-orang seperti ini adalah peribadi yang tergolong sensitif terhadap fikiran dan perasaan Allah. Inilah kemampuan untuk mendengar suara Roh. Dalam pelayanan pemberita Firman haruslah seseorang yang telah memiliki kemampuan untuk mendengar suara Roh ini. Bila tidak, jemaat hanya akan menjadi korban pikiran manusia yang diakui sebagai Sabda Allah atau fikiran mendadak yang muncul di benak pelayan Firman tatkala berbicara di mimbar. Kesucian hati seperti yang dimaksud Tuhan dalam Matius 5:8 merupakan panggilan yang mutlak harus dipatuhi oleh setiap warga Kerajaan Syurga. Orang percaya sebagai warga Kerajaan Syurga diperkenan untuk mengenal Allah secara dekat dan intim. Orang percaya bukanlah peribadi yang terpisah dari Allah sehingga tidak mengenaliNya. Anugerah Allah dalam memberi peluang bagi orang percaya untuk hidup dalam persekutuan dengan Tuhan dan mengenal lebih dekat pribadi Allah. Dalam hal ini kita menemukan pula bahwa Allah adalah Bapa yang berkenan dekat dengan anak-anakNya. Kehendak dan rencana-rencanaNya rela dikenali oleh anak-anakNya. Jadi bila seseorang tidak mampu mengerti kehendak Allah dan rencana-rencanaNya bukan kerana Allah "pelit" menunjukkan kehendak dan rencana-rencanaNya, tetapi oleh kerana umat itu sendiri yang tidak mampu menangkap kehendak dan rencana-rencanaNya. Dalam Alkitab baik Perjanjian Lama mahupun Perjanjian Baru, kita menemukan kenyataan betapa nampak mudah dan terbiasanya tokoh-tokoh iman bercakap-cakap dengan Allah. Hal ini terjadi sebab memang Allah berkenan berdialog dan berhubungan dekat dengan anak-anakNya. Barangsiapa yang hatinya suci, ia akan melihat Allah, dan tokoh-tokoh iman dalam Alkitab adalah orang-orang yang memiliki kepribadian teguh untuk menolak segala dosa. Alkitab mengemukakan kehidupan Yusuf yang "dengar-dengaran" kepada Tuhan. Ia menjadi seorang yang peka dengan suara Tuhan. Demikian pula dengan Daniel, Elia, Elisa dan lain-lain. "Melihat Allah" dalam Matius 5:8 bisa berarti mengenal kebenaran-kebenaran Allah dan menyaksikan kemuliaanNya. Menyaksikan di sini dalam pengertian memahami keindahan perkara-perkara rohani. Sudah tentu peribadi-peribadi seperti ini adalah peribadi yang tidak lagi dapat terpesona oleh keindahan dan kecantikan dunia ini. Dalam hal ini kita menemukan kebenaran: bahwa seorang yang suci hatinya adalah peribadi yang menolak kesenangan dunia dengan segala kemegahannya. Seorang yang suci hatinya tidak akan mencintai dunia ini . Dalam hal ini mengertilah kita akan maksud pemulihan gambar Allah yang rosak dalam hidup manusia, ya itu agar manusia dapat berhubungan dengan Allah secara wajar dan nyata. Kesucian yang dikehendaki Allah untuk kita miliki merupakan jambatan di mana seseorang dapat berjalan dan berdialog dengan Tuhan. Di sini kita menemukan alasan mengapa Tuhan sering menghubungkan perintah untuk hidup suci dengan kesucianNya, Tuhan menghubungkan kesucian kita dengan kesucianNya ..

0 comments: