Kata
"suci" dalam ayat Matius 5:8 ini berasal dari terjemahan kata Yunani katharoi
(Ing. clean). Kata ini mengandung pengertian: free from impure
admixture, without blemish, spotless (bebas dari campuran/tidak bernoda).
Matius tidak menggunakan kata hagios (Ing. holy). Kalau kata hagios
lebih dekat kepada pengertian suci dalam kaitannya dengan Allah dan kalau kata
ini dikenakan dalam hidup orang percaya akan menunjukkan perbedaan yang mutlak
antara orang percaya dan bukan, tetapi kata katharoi lebih menunjuk
kepada keadaan hati yang tidak tercemari oleh pengaruh dunia sekitar.
Kata "suci" dalam ayat ini hendak menunjukkan keadaan hati yang terpelihara dari pengaruh kejahatan dunia. Hati yang terpelihara dari segala perasaan negatif seperti dendam, kepahitan, cemburu, iri, tidak mengampuni, mengingini hal-hal yang bukan bagiannya dan lain sebagainya. Kesucian di sini bukanlah kesucian lahiriah tetapi kesucian batiniah. Bukan sekadar keadaan tidak berdosa kerana tidak melakukan suatu perbuatan dosa yang nampak tetapi suatu sikap hati yang tidak mengandung unsur-unsur kejahatan terhadap sesama . Kejahatan terhadap sesama di sini dapat pula ditafsir sebagai tidak mahu berdamai dengan sesama, yang mengakibatkan tidak akan "melihat" Allah . Ternyata kata "melihat" dalam ayat ini juga menggunakan kata "opsontai", kata yang digunakan dalam Matius 5:8.

.jpg)
0 comments:
Post a Comment